-->

Iklan

Techonlogy

Mahasiswa PROMER UTS Gelar Sosialisasi Pembuatan Minyak Kemiri di Desa Sampe

Jumat, 05 Desember 2025, Desember 05, 2025 WIB Last Updated 2025-12-05T11:19:43Z
masukkan script iklan disini

Penulis : Anre Wirawansa 

Editor : Rizky Alfatiha Suri


(Sumber : Edi,Faizal 2025. Mahasiswa PROMER UTS Gelar Sosialisasi Pembuatan Minyak Kemiri di Desa Sampe - dalam wawancara)


Sumbawa, 5 Desember 2025 — Mahasiswa Program Merdeka Belajar (PROMER) Batch XI Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang tengah melaksanakan pengabdian di Desa Sampe, Kecamatan Rhee, menggelar sosialisasi pembuatan minyak kemiri dengan metode sederhana dan manual. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Sampe tersebut dihadiri oleh perangkat desa serta masyarakat setempat.


Dalam sosialisasi itu, para mahasiswa memaparkan program kerja mereka yang berfokus pada pengembangan produk minyak kemiri sebagai bentuk pemanfaatan potensi alam lokal. Masyarakat diberikan pelatihan mulai dari proses pembuatan minyak kemiri hingga strategi pemasaran agar produk tersebut memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.


Faizal Edi, Mahasiswa PROMER Batch XI UTS yang bertugas di Desa Sampe, menegaskan pentingnya peningkatan nilai tambah komoditas lokal. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk siap saji yang bernilai jual lebih tinggi.


“Mari kita bersama-sama kembangkan potensi alam yang kita miliki. Jangan hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mampu menghadirkan produk jadi, seperti minyak kemiri kemasan yang dapat dipasarkan secara luas,” ujar Faizal.


(Sumber : Edi,Faizal 2025. Mahasiswa PROMER UTS Gelar Sosialisasi Pembuatan Minyak Kemiri di Desa Sampe - dalam wawancara)


Sekretaris Desa Sampe, Kamarudin, turut memberikan apresiasi terhadap inovasi yang diperkenalkan mahasiswa. Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan produk olahan minyak kemiri di desanya.


“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi setinggi-tingginya inovasi dari adik-adik mahasiswa. Potensi alam kami yang biasanya dijual mentah, kini bisa dipasarkan dalam bentuk kemasan jadi,” ungkapnya.


Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang hadir dan mencoba langsung produk minyak kemiri hasil olahan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Sampe untuk terus mengembangkan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomis serta berdaya saing.

Komentar

Tampilkan

Terkini